Berwakaf sambil melestarikan lingkungan

Konservasi No Comments »

“Tidak seorang muslim pun yang menanam tanaman atau menaburkan benih, kemudian dimakan oleh burung atau manusia, melainkan dia itu baginya merupakan sedekah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

“Tidak seorang muslim pun yang menanam tanaman, kecuali apa yang dimakan merupakan sedekah baginya, dan apa yang dicuri juga merupakan sedekah baginya dan tidak juga dikurangi oleh seseorang melainkan dia itu merupakan sedekah baginya sampai hari kiamat.”
(Riwayat Muslim)

Buat yang mau ber-wakaf sambil melestarikan lingkungan, sekarang ada yang namanya program Wakaf Pohon Produktif dari Tabung Wakaf Indonesia Dompet Dhuafa (TWI-DD).

Program ini mempunyai tujuan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa wakaf yang merupakan bentuk shadaqah jariyah dapat digunakan untuk kepentingan konservasi lingkungan yang dapat menyelamatkan lingkungan dan masyarakat dari musibah. Dan pemilihan pohon produktif sekaligus dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wilayah yang menjadi sasaran Wakaf Pohon Produktif ini adalah lahan produktif yang menjadi Daerah Resapan Air (DAS) atau daerah yang menjadi hutan lindung,hutan adat atau wilayah lain yang rawan mengalami kerusakan alam.

Buat yang berminat, silakan menghubungi :

 

Tabung Wakaf Indonesia – Dompet Dhuafa
Perkantoran Margaguna
Jl. Radio Dalam Raya No.11
Jakarta Selatan
Telp. 021-7211035
HP : 081317741166 (Hendra)/ 081398003626 (Novi)
Fax. 021-7211005
Website www.tabungwakaf.com

Satwa dan tumbuhan harus dilindungi

Konservasi No Comments »

Kenapa kita harus melindungi keberadaan satwa dan tumbuhan?

  1. Karena kita manusia ditempatkan di bumi dengan amanah sebagai pengelola. Mengelola bumi beserta isinya termasuk satwa dan tumbuhan. Pengelola berarti memanfaatkan sekaligus menjaga keberlangsungannya, agar tidak timbul kerusakan. Seperti halnya pegawai yang di amanahi tugas oleh atasannya, maka akan ada penilain terhadap kinerjanya. Begitu juga kita. Di amanahi untuk mengelola bumi, dan juga akan dimintai pertanggung jawabannya akan apa yang kita kelola. Kalau kerja kita tidak bagus, bisa jadi kita dihukum. Jadi, karena satwa dan tumbuhan termasuk isi bumi yang harus kita kelola, maka jika kita tidak baik mengelolanya, kita bisa mendapat hukuman dari Allah SWT.
  2. Karena makhluk lain seperti satwa dan tumbuhan juga berhak untuk hidup dan menempati bumi ini. Mereka juga berhak mencari rezeki dari bumi. Karena Allah SWT menjamin rezeki semua makhluknya. Jadi kita tidak berhak menghalanginya.
  3. Karena apa-apa yang diciptakan Allah SWT pasti tidak akan sia-sia. Jadi jika kita berpikir bahwa hilangnya beberapa jenis tumbuhan atau satwa tidak akan membawa pengaruh, bisa jadi kita telah meremehkan hasil ciptaan Allah SWT.

Buku tentang Islam dan lingkungan hidup

Konservasi, Lingkungan No Comments »

Buat yang ingin mengenal lebih jauh bagaimana konsep Islam tentang lingkungan, buku-buku di bawah ini mungkin bisa membantu.

Islam agama ramah lingkungan
Penulis Yusuf Al Qaradhawi
Penerbit Pustaka Al Kautsar

Merintis Fiqih lingkungan hidup

Penulis Ali Yafie
Penerbit Ufuk Press

Konservasi Alam dalam Islam

Penulis Fachruddin M.Mangunjaya
Penerbit Yayasan Obor Indonesia

Dalam membahas masalah lingkungan termasuk di dalamnya kehutanan, Islam tidak hanya berbicara masalah teori seperti bahwa manusia adalah khalifah yang diutus untuk memakmurkan bumi, tapi juga sampai pada masalah aplikasinya di lapangan misalnya bagaimana cara mengelola hutan dengan konsep kawasan konservasi ala Islam yang dikenal dengan nama hima.

Tertarik? Baca buku-buku di atas.


© 2012 Hidup selaras dengan alam.
WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Provided by WPMU DEV -The WordPress Experts   Hosted by Edublogs.org
Entries RSS Comments RSS Log in